kepada:
kamu, dan selalu untukmu
di sana
met malam,
aku tadi barusan bermimpi. aku berada di sebuah rumah (dan aku baru sadar klo itu rumah tetanggaku) dan mendapat sebuah telepon. kuangkat hanponku, dan ternyata itu telepon darimu. aku berusaha menangkap apa yang kamu bicarakan tapi aku ga bisa. di sekitar terlalu bising dengan suara siaran sepak bola dari tipi yang volumenya gila-gilaan. aku berusaha lari di belakang rumah untuk menghindari suara bising itu, tapi ternyata suara itu se-akan2 ada di mana-mana. aku bener2 tidak bisa menangkap apa yang kau bicarakan. yang jelas aku hanya tau klo itu suaramu...
...aku mencoba lari lebih jauh lagi dari rumah, untuk menghindari kebisingan suara sepak bola sialan itu. aku lari ke belakang, jauh ke belakang. diasana ada lapangan sepak bola. dan ternyata... disitulah pusat acara tadi disiarkan. disana ada pertandingan bola! di relay oleh tipi! tentu suaranya ngga kalah dahsyat dari yang di tipi. aku pun terus berlari di tepi lapangan. sampai2 aku masuk ke area pertandingan dan di peringati oleh wasit dan dimarahi orang banyak. but i don't care! aku terus lari berharap mendapatkan sebuah tempat yang sunyi, agar dapat mendengar apa yang kau bicarakan...
...akhirnya aku mendapatkan tempat itu. meski tidak terlalu sunyi, tapi aku mulai bisa menangkap apa yang kamu bicarakan.
kamu bertanya "ini dimana?"
aku jawab "aku berada di belakang kost (???)"
"tadi aku keliling putar2 untuk cari tempat yang sepi. bahkan aku sampai berlari melewati lapangan brawijaya (???)" tambahku
kamu bertanya lagi "lapangan brawijaya yang mana? stadion?"
nah... aku mulai bingung. karena jelas2 itu bukan lapangan brawijaya. karena saat ini aku sedang berada di belakang rumah tetanggaku (yang awal tadi) yang letaknya ribuan tahun cahaya dari kampus brawijaya.
kujawab "lapangan brawijaya yang... (disini aku lupa gimana penjelasanku waktu itu)" dan aku balik bertanya "dari mana aja?"
kamu menjawab "aku abis dari telkom..."
dan entah mengapa hubungan terputus. sungguh waktu itu telpon dari kamu nyambung putus lebih dari 3 kali. seakan2 kamu sedang pake telepon kelelawar yang gratis jam 12 malam sampai jam 5 pagi itu...
...henponku berdering lagi, telepon darimu. namun sebelum kuangkat, aku mendapat sebuah panggilan laen. tapi ini bukan di hanponku, tapi di laptop (???). sebel juga pikirku saat itu. dengan sedikit susah payah kutekan tombol enter pada laptop itu. kemudian keluar sebuah suara
"halo.."
kujawab juga "halo.. cari siapa?"
"rini ada?" sahutnya
karena jengkel dan emang ngga ada yang namanya rini maka langusng aja kujawab
"rini ngga ada, yang ada agus!"
trus dia langsung bilang "ohh.. makasih -cklek-"
akhirnya telepon (atau laptop???) itu ditutup. lega juga... diliat dari suaranya sih om om genit. klo aku bilang "disini adanya roni" wah.. bisa runyam. ntar dia malah pura2 kenal, padahal aku kan ga kenal dia...
...akupun kembali pada henponku, ada kamu yang menunggu disana. pada saat ini aku ga mampu mengingat apa yang kau bicarakan saat itu. yang jelas telepon darimu kembali padam. dan aku sempat punya pikiran untuk gantian telepon kamu dari telepon rumahku aja. meski aku tau interlokal, tapi ga masalah. yang penting ngga sering putus. titik! dan aku tau klo saat itu jam murah untuk telepon. namun sebelum aku sempat telepon aku sudah terbangun...
.......................................................................................
kubuka mata... aku tersadar klo aku tadi ternyata tidur di ruang server labkom. dan aku juga sadar klo aku barusan bermimpi mendapat telepon darimu. jangan-jangan ada sms masuk, pikirku saat itu. kuraba hanponku, dan mulai kulihat layar monochrome itu. alhamdulillah!!! sms ku ternyata kamu balas. sms darimu datang selisih 3 menit dari bangunku. dan kubalas sambil senyum2, karena ternyata di sebelahku tipi sedang menyala dan menyiarkan pertandingan sepak bola antara Republik Ceko vs Ghana.....
met bobok,
